Pertunjukan Kuda Lumping Unik ala Pandeglang

Posted on Apr 10 2017 - 4:59am by Ulas Travel

“Teh sore ini akan ada kuda lumping di sini. Kuda lumpingnya sendiri ada dua” demikian sebut saudara saya yang tinggal di Taman Jaya, Ujung Kulon, Pandeglang sewaktu saya bertandang ke rumahnya.

“Oh iya? Sepertinya pada saaat lebaran tahun-tahun sebelumnya ada juga deh kuda lumping”, demikian jawab saya.

“Iya di sini memang kerap ada kuda lumping, tiap hari lebaran, acara besar, dan juga nikahan, terlebih pada saat sunatan pasti ada kuda lumping. Hiburannya itu bila di sini. Nanti selepas ashar mulainya” jelasnya.

Selepas ashar pertunjukan pun dimulai. Suara gendang yang ditabuh disusul juga suara gong dan lengkingan seruling tanda khas pertunjukan kuda lumping amat familiar di telinga saya. Suara yang kerap saya dengar saat ada seremoni sunatan masal di masjid dekat kampung ketika saya masih berusia sangat muda.

Bila waktu kecil mendengar suara tersebut saya langsung berlari untuk menyaksikannya agar bisa sedekat mungkin, walaupun ada sedikit rasa takut. Namun tidak untuk saat ini, saya justru memilih menyaksikannya dari balik jendela.

Jujur saya juga merasa takut, bahkan sewaktu sejumlah bulan lalu tidak sengaja mendapati pertunjukan kuda lumping yang cuma beberapa meter di depan mata, saya langsung lari menghindar. Dan naasnya, di hari berikutnya pertunjukan kuda lumping ternyata ada lagi.

Sepertinya masyarakat Ujung Kulon pada umumnya amat menggemari pertunjukan ini. Ketika lebaran tahun ini saja, ada tiga kali pertunjukan kuda lumping di sejumlah kampung yang berbeda-beda.  Pertunjukan kuda lumping ini biasanya dilakukan dua orang atau lebih. Semakin banyak kuda lumpingnya, tentu saja pertunjukannya semakin seru.

Pertunjukan kuda lumping di sana tamapak tidak berpusat pada area tertentu saja, namun juga seperti pawai. Kuda lumping kemudian diarak mengelilingi kampung dengan diiringi sejumlah pemain alat musik dan penduduk-penduduk setempat.

Kuda Lumping 3 Dimensi

Kedengarannya memang sedikit aneh, kuda lumping di Pandeglang tentu berbeda dengan yang ada di daerah lain. Kuda lumping Pandeglang tampak berbentuk 3 dimensi. Kerangkanya dibuat dari bambu yang kemudian terlihat ditutup ijuk. Sehingga pemainnya memang masuk kedalam replika kuda ini. Ukurannya pun bisa dikatakan cukup besar.

Para pemain kuda lumping ini memang tidak kenal lelah ketika berkeliling kampung, meskipun harus membopong kuda lumping yang berkapasitas cukup besar. Ketika berkeliling kampung, biasanya kuda lumping akan dipegang sendiri oleh sang pawang.

Namun tentu tidak jarang kuda lumping ini di lepas. Sehingga para pemain kuda lumping yang sudah kemasukan roh dan sudah tak sadarkan diri ini akan berlari kesana-kemari menyerang beberapa penonton yang berani menggodanya.

Saya pernah menyaksikan seorang anak kecil tampak terseok-seok berlari bahkan hingga tersungkur gara-gara dikejar kuda lumping. Ngeri kan? Makanya jangan coba-coba menggoda deh.

Kadang kedua kuda lumping tersebut juga bisa saling beradu, kalap orang sana menyebutnya. Bila ia telah kalap siapapun bisa saja akan diserangnya. Semakin digoda semakin kalap, dan pertunjukan semakin ramai dan sangat menegangkan.

Ternyata ada satu mitos yang berkembang untuk dapat menyaksikan pertunjukan kuda lumping dengan kondusif yaitu jangan pernayh pakai baju merah. Etah bermula darimana mitos itu selalu berkembang. Usai berkeliling kampung, kuda lumping akan kembali ke lokasi penyelenggara acara, kemudian melanjutkan pertunjukan.

Atraksi kuda lumping belum setelah sewaktu mereka kembali ke tempat penyelenggara. Justru pertunjukan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Pertunjukan ini memang dikenal kental dengan aura mistis. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, pemain yang telah kemasukan roh akan memakan beling, mengupas kelapa dengan mulut layaknya permainan debus khas Banten.

Ketika pertunjukan usai, sang pawang akan menyadarkan para pemain kuda lumping itu kembali. Dan katanya baru usai sadar para pemain itu merasa lelah, dan sakit badan. Memang pertunjukan yang menguras energi dan amat menegangkan.

Arikel ini kami rangkum dari mangkoko.com, semoga bermanfaat untuk anda semua. Terimakasih.

Baca juga: Tips Jalan-Jalan ke Bali Dengan Biaya Murah

Leave A Response