Pura Taman Ayun Destinasi Yang Wajib Anda Kunjungi di Bali

Posted on Apr 10 2017 - 5:24am by Ulas Travel

Barangkali diantara teman ulastravel.com sudah tahu bahwa Pura Taman Ayun merupakan salah satu destinasi yang wajib di kunjungi sewaktu pertama kali ke Bali. Pura ini memang telah dianggap sebagai “pura Ibu” (Paibon) bagi Kerajaan Mengwi, Bali. Taman Ayun maknanya merupakan taman yang indah (beatutiful garden), sebab memang pura ini berada di sebuah taman yang indah, luas, tertata rapi, dan juga dikelilingi oleh kolam ikan.

Pura Taman Ayun Destinasi Yang Wajib Anda Kunjungi di Bali

Dan Untuk menuju kompleks pura, anda harus berjalan melewati halaman depan berupa taman yang tampak cukup luas. Kompleks bangunan pura-nya sendiri memang tak diperbolehkan dimasuki wisatawan umum. Cuma bisa menyaksikan dari luar pagar batu yang mengelilingi pura.

Seperti diketahui Pura Taman Ayun dibangun pada tahun 1556 Saka (1634 Masehi) oleh Raja Mengwi, I Gusti Agung Putu dengan arsitek yang syahdan berasal dari Negeri Cina. Arsitektur bangunan-bangunan yang ada di Taman Ayun sungguh unik.

Dibuat dengan karakteristik khas bentuk atap yang bertingkat-tingkat menjulang tinggi menuju angkasa. Jumlah taraf atap selalu ganjil. Yang maksimum bertingkat 11, kemudian diikuti 9 taraf, 7 taraf, 5 taraf, 3 taraf, dan yang terpendek merupakan 1 atap.

Setiap hari Selasa Kliwon wuku Medangsia (menurut pananggalan Saka) di pura ini diselenggarakan piodalan atau dikenal sebagai upacara untuk merayakan ulang tahun berdirinya pura. Sebab memang pura ini diresmikan pada hari Selasa Kliwon-Medangsia bulan keempat tahun 1556 Saka.

Pura Taman Ayun sendiri telah terdaftar di UNESCO sebagai salah satu dari warisan dunia (World Heritage List) ini terletak di Desa Mengwi, Kabupaten Badung, Bali. Berjarak sekitar 18 Kilometer dari kota Denpasar.

Bila anda menyusun perjalanan atau planning penjalanan sendiri tanpa memakai travel agent, anda bisa masukkan destinasi Pura Taman Ayun bersamaan dengan destinasi lain yang sejalur menuju Bedugul.

Pelataran Luar Pura Taman Ayun

Pelataran Luar Pura Taman Ayun bali

Taman Ayun sendiri menempati areal seluas sekitar 2,5 hektar (100 x 200 m2), terbagi jadi, pelataran luar dan Pelataran Dalam. Dari luar ke dalam, letaknya semakin tinggi. Pelataran Luar, yang dikatakan Jaba, terdapat disisi luar kolam. Terdapat sebuah jembatan yang melintasi kolam dari Pelataran Luar menuju Gapura Bentar yang adalah pintu masuk ke Pelataran Dalam. Palataran Dalam ini dikelilingi tembok yang terbuat dari batu.

Di Pelataran Luar ini tampak sebuah wantilan, semacam pendapa lokasi pertemuan. Wantilan adalah lokasi umum yang biasanya dipergunakan untuk aplikasi upacara dan juga sebagai arena sabung ayam, yang dilakukan dalam kaitan dengan penyelenggaraan upacara di pura. Bangunan-bangunan keagamaan yang ada di pelataran ini antara lain merupakan Meru, Candi, Gedong, Padmasana, dan Padma Rong Telu.

Pelataran Dalam di Pura Taman Ayun dapat dibagi jadi 3 bagian. Yang pertama merupakan lokasi untuk menikmati estetika pura sambil beristirahat di sebuah bale bundar. Di sebelah bale bundar terdapat sebuah kolam yang ditumbuhi flora teratai. Di tengahnya berdiri sebuah tugu yang memancarkan air ke sembilan arah mata angin. Di sisi timur terdapat sekumpulan pura kecil yang dikatakan Pura Luhuring Purnama.

Pelataran Dalam di Pura Taman Ayun

Pelataran Dalam yang kedua lokasinya lebih tinggi dari pelataran dalam pertama, terdapat 9 relief penjaga setiap penjuru mata angin atau menurut kepercayaan Hindu adalah simbol kekuatan Dewata Nawa Sanga. Di sisi sebelah timur terdapat sebuah pura kecil yang dikatakan Pura Dalem Bekak. Sedangkan di pojok barat terdapat balai Kulkul yang atapnya menjulang tinggi.

Pelataran Dalam ketiga, terletak paling tinggi. Terdapat pintu Gelung dengan posisi ada di tengah. Pintu ini cuma dibuka pada sewaktu upacara spesifik. Pintu lain ada di sisi kiridan kanan, biasanya dipergunakan untuk proses keluar masuk kegiatan sehari hari.

Dan Pelataran dalam yang ketiga ini dianggap masyarakat setempat sebagai lokasi paling krusial dan selalu disucikan. Bangunan-bangunan candi dan meru terdapat di sini, diperuntukkan sebagai lokasi pemujaan umat Hindu Bali. Bangunan-bangunan keagamaan yang terdapat dihalaman ini diantaranya merupakan Meru, Candi, Gedong, Padmasana dan Padma Rong Telu *).

Suasana di Pura Taman Ayun ini biasanya memang terkesan sunyi, menenangkan dan magis. Mungkin ini muncul oleh adanya perpaduan taman luas yang terawat, bersih dan rapi denga pura hindu yang dianggap amat sakral bagi masyarakat Hindu Bali.

Ditempat ini saya banyak menemukan berbagai macam tanaman-tanaman langka yang tumbuh di Taman Pura. Seperti contohnya pohon Maja (Crescentia Cujete) yang tampak atraktif memamerkan buah-buah besar berwarna hijau fresh. (Baca: Apakah Buah Maja Rasanya Getir.

Baca juga: Pertunjukan Kuda Lumping Unik ala Pandeglang

 

Leave A Response